<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Solusi Riset &#45; Nabil Yufna Wisnu Sasmito</title>
<link>https://solusiriset.com/rss/author/nabil-yufna-wisnu-sasmito</link>
<description>Solusi Riset &#45; Nabil Yufna Wisnu Sasmito</description>
<dc:language>ID</dc:language>
<dc:rights>Copyright solusiriset 2021</dc:rights>

<item>
<title>Mengapa Kubah Putih Bisa Jadi Seni? Institutional Theory of Art dan Perdebatan Objektivisme vs Subjektivisme</title>
<link>https://solusiriset.com/mengapa-kubah-putih-bisa-jadi-seni-institutional-theory-of-art-dan-perdebatan-objektivisme-vs-subjektivisme</link>
<guid>https://solusiriset.com/mengapa-kubah-putih-bisa-jadi-seni-institutional-theory-of-art-dan-perdebatan-objektivisme-vs-subjektivisme</guid>
<description><![CDATA[ Artikel ini membahas Institutional Theory of Art dari George Dickie, yaitu pandangan bahwa sesuatu disebut karya seni bukan karena bentuknya indah, tetapi karena diakui oleh institusi dunia seni seperti kurator, galeri, kritikus, dan museum. Jadi, benda biasa seperti kubah putih atau urinoir bisa dianggap seni jika diberi status sebagai objek apresiasi oleh artworld. 
Teori ini berbeda dengan objektivisme Plato dan Pythagoras yang menilai seni dari harmoni, proporsi, dan keindahan yang melekat pada benda. Berbeda juga dengan subjektivisme David Hume yang menganggap keindahan bergantung pada perasaan tiap individu. Dickie berada di tengah: seni ditentukan oleh pengakuan sosial, bukan sifat benda atau selera pribadi. 
Namun teori ini mendapat kritik. John Locke menilai status seni tidak bisa dibuktikan lewat pengalaman indrawi. Jeremy Bentham mempertanyakan manfaatnya bagi masyarakat luas, sedangkan Immanuel Kant mengkritik karena aturan institusi seni tidak bersifat universal. Kesimpulannya, teori Dickie mampu menjelaskan seni modern, tetapi belum cukup sempurna tanpa pertimbangan nilai estetika, pengalaman, dan moral. ]]></description>
<enclosure url="https://pixabay.com/" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 14:53:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Nabil Yufna Wisnu Sasmito</dc:creator>
<media:keywords>Theory Of Art</media:keywords>
</item>

</channel>
</rss>