#2. Perhatikan hal-hal ini sebelum menulis jurnal

#2. Perhatikan hal-hal ini sebelum menulis jurnal

#2. Perhatikan hal-hal ini sebelum menulis jurnal

Waktu itu penulis mengikuti workshop penulisan jurnal yang diselenggarakan oleh kampus yang bekerja sama dengan nature®. Workshop akan berlangsung selama 2 hari. Saya fikir itu akan menjadi hari yang panjang dan membosankan. Namun, baru 15 menit pembukaan, saya merasa bersalah dengan prasangka awal saya, karena workshop ini sangat menarik untuk diikuti. Apa yang disampaikan dalam 15 menit tersebutlah yang ingin saya bagi. Dan sepertinya author jurnal yang masih dalam tahap belajar harus mengetahui (dan memperhatikan) hal ini sebelum menuliskan hasil risetnya.

Sebelum memulai menulis, akan sangat baik jika kita mengetahui fakta tentang pembaca jurnal (tulisan yang akan kita buat):

  1. Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk membaca tulisan kita. Pembaca jurnal adalah orang-orang tertentu yang jumlahnya sangat sedikit dibanding umumnya masyarakat (yang umumnya membaca koran, majalah, dan paling sering medsos/BC-an dari chat berantai). Sedikit orang tersebut sayangnya hampir selalu orang sibuk atau sangat sibuk. Mereka tidak punya banyak waktu untuk membaca tulisan kita. Oleh karena itu, sebagai author kita harus membuat tulisan yang seringkas dan sepadat mungkin, tidak perlu banyak bunga-bunga, langsung to the point. Dari sudut panadang author, kita harus berfikir membuat tulisan yang membuat mereka akan meluangkan waktu untuk membaca tulisan kita nantinya. Bagaimana caranya, akan kita sambung di kesempatan lain.
  2. Mereka tidak harus membaca paper kita. Tidak ada kewajiban bagi mereka untuk membaca paper kita. Sebagai author, kita harus mampu menyajikan tulisan yang jika tidak dibaca, maka mereka akan rugi. Sehingga mereka merasa harus membaca tulisan kita.
  3. Mereka ingin mengetahui isi paper secepat mungkin. Karena sibuk/super sibuk mereka ingin dengan waktu yang sesingkat-singkatnya dapat memperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya. Sebagai author, kita harus mampu membuat kalimat yang memuat informasi yang padat, namun tetap mudah dipahami dan alur ceritanya mudah diikuti.
  4. Mereka tidak ingin bersusah payah untuk mengerti ide paper kita. Bayangkan kita sedang mencari ide penelitian dimana kita dihadapkan pada banyak bacaan jurnal. Biasanya untuk screening kita memulainya dengan membaca abstrak. Pernahkah anda perlu mengulang-ulang membaca abstrak? Ini memberi pelajaran bahwa saat kita menulis, jangan sampai kita “menyusahkan” pembaca untuk mengerti ide utama dari paper kita.

Setelah menyadari fakta pembaca jurnal, kita juga harus menyadari bahwa ada 3 kelompok penting pembaca jurnal (calon jurnal/manuskrip) yang harus kita perhatikan. Karena kita akan selalu berhadapan dengan 3 kelompok ini. Kelompok ini adalah: Editor jutnal, reviewer, dan sejawat/peneliti.

Dari sudut pandang editor jurnal, mereka akan berfikir apakah paper kita sesuai dengan scope jurnal mereka? Setelah sesuai, apakah ada hal menarik yang bisa “dijual” dari paper kita. “Penjualan” ini berhasil ketika paper kita banyak diunduh dan disitasi oleh peneliti lain. Sebagai author, penting bagi kita untuk menunjukkan kebaruan penelitian kita dan memperlihatkan dengan jelas posisi penelitian kita melalui adanya kesenjangan penelitian (research gap) dengan yang terdahulu. Hal itu secara singkat bisa disebut state of the art dari penelitian kita. Kapan-kapan kita bahas masing-masing hal itu. (Catatan: bukan berarti penulis ahli dalam membuat itu, namun penulis ingin berbagi pengalaman ketika membuat hal-hal itu).

Setelah lolos dari editor, makan paper akan diteruskan pada reviewer. Dari sudut pandang reviewer, mereka akan memberikan komentar, masukan, atau pertanyaan seputar apakah riset ini penting di bidang keilmuan ini? Atau apakah data yang disajikan dapat dipercaya, mengingat reviewer bahwan tidak tahu paper itu punya siapa (saat menggunakan metode double blind review). Tentunya kita sebagai peneliti selalu menjunjung tinggi etika publikasi.  Ingat, salah boleh, bohong jangan.

Setelah proses review, author diminta untuk merevisi. Saran penulis: jangan baper, jangan sakit hati, semua itu professional, jadi ditanggapi biasa saja (saat membaca hasil review yang pedas). Setelah direvisi dengan baik dan dinyatakan diterima, paper akan diterbitkan dan siap dibaca oleh rekan peneliti dengan bidang yang mirip. Dari perspektif peneliti, mereka akan membaca paper kita ketika kurang lebih paper kita menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana riset Anda mempengaruhi penelitian mereka? (2) Dapatkah mereka mengikuti dan menemukan hal baru dari penelitian Anda?

Kira-kira demikian yang selama 15 menit dijelaskan oleh pembicara dari nature® waktu itu. Tentunya untuk memulai menulis, kita bisa memakai semboyan dari salah satu marketplace: mulai aja dulu!. Semoga bermanfaat. Pertanyaan silakan di kolom komentar. Salam.