[Inspirasi] Dibalik Layar Kehilangan: Secuplik Penataan-ulang Strategi

Mar 5, 2023 - 02:19
Mar 5, 2023 - 02:21
 0  203
[Inspirasi] Dibalik Layar Kehilangan: Secuplik Penataan-ulang Strategi

Dibalik Layar Kehilangan: Secuplik Penataan-ulang Strategi

Hai sobat solusiriset, apa kabar? Mimin solusiriset doakan semoga kalian dalam keadaan sehat wal'afiat lahir batin dimana pun berada. Kali ini, Mimin solusiriset mau mengajak kalian buat bercerita lagi yaa. Secuplik cerita Mimin kai ini terinsipirasi dari sebuah kisah nyata di suatu negeri nun jauh disana. Penasaran? Apa sih ceritanya? Kok judulnya juga aneh? Haha..

Kali ini, Mimin ingin bercerita tentang kehilangan. Iyak betul, dibalik layar dari suatu kehilangan. Berdasarkan beberapa referensi, kehilangan didefinisikan sebagai bagian proses dari fitrah manusia yang dapat membuat perubahan dalam diri kita. Kehilangan juga didefiniskan sebagai suatu keadaan dimana suatu individu berpisah dengan sesuatu yang telah melekat atau dimiliki pada dirinya, baik sebagian maupun keseluruhan. Hilang, yang awalnya ada, kini tak lagi ada begitu saja. Hanya kenangannya saja yang masih tersisa. Kehilangan di sini dapat dimaknai berupa kehilangan barang, waktu, tempat, dan posisi hingga lain-lainnya. Rasanya sakit memang bila sudah benar-benar merasakan kehilangan. Bingung, sedih, dan takut hingga mental down merupakan gejala lokal dan legendaris pada umumnya pada saat seorang individu mengalami kehilangan.

Nah, bagaimana kita menyikapi dan memaknai sebuah kehilangan? Apakah harus "nglokro" hingga selama-lamanya? Oh tentu tidak. Rasa-rasanya sudah banyak motivasi, anjuran, nasihat, dan solusi dari berbagai sumber kredibel. Namun, kali ini Mimin solusiriset tidak akan bercerita tentang motivasi, anjuran, nasihat, dan solusi akibat kehilangan. Secuplik cerita tentang penataan-ulang strategi rasanya lebih tepat dalam memaknai apa yang ada dari balik layar sebuah kehilangan.

Penataan-ulang strategi sebagai pemaknaan dari bali layar kehilangan bisa didefiniskan tentang bagaimana kita bersikap pasca mengalami kehilangan. Sikap tentang bagaimana kembali menata ulang strategi mencapai tujuan hidup ke depan dari awalnya dengan rencana A pada saat pra kehilangan, kemudian menjadi rencana A1 pada saat pasca kehilangan. Tentu sulit rasanya jika harus mengatur strategi pada saat mengalami kehilangan. Namun, rasanya lebih mudah mengaturnya pasca mengalami kehilangan, tentu setelah melewati fase "nglokro" itu sendiri. Kenapa kok strateginya hanya ditambahkan angka 1 pada alfabet A? Bukankah biasanya kebanyakan orang pada umumnya itu mengganti (baca:mengatur ulang) strategi dari A menjadi B? Ini kok dari A menjadi A1? Apa bedanya?

Strategi awal yang kita tetapkan sebelum menghadapi proses berupa kehilangan adalah A. Strategi A dalam mencapai tujuan hidup tentu sudah dipikirkan dan diramu dengan sebaik-baiknya melalui proses panjang dan berdarah-darah. Lalu, apakah hanya dengan kehilangan harus ganti strategi? Rasanya tidak. Hanya perlu menata-ulang strategi awal agar dapat tetap mencapai tujuan hidup yang telah ditentukan. Bagaimana caranya menata-ulang? Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah dengan memodifikasi strategi A dengan berbagai masukan dan pertimbangan hingga terbentuk menjadi strategi A1. Harapannya, strategi A1 ini dapat memudahkan kita pasca mengalami proses kehilangan akan sesuatu guna mencapai tujuan hidup awal yang diinginkan.

Ibaratnya begini. Seseorang hendak bepergian dari kota X menuju kota Y dengan jarak sekian kilometer selama beberapa waktu. Namun, dalam perjalanannya, seseorang tersebut mengalami sebuah musibah berupa ban motornya yang bocor. Tentu hal ini mengganggu perjalanannya menuju kota Y. Dia harus dapat mencapai kota Y dengan menggunakan sepeda motor tersebut, apapun alasannya. Usut punya usut, dia datang ke tukang tambal ban untuk menambalkan ban motornya yang bocor. Alhasil, setelah sekian ribu detik, ban motor kembali sehat dan dia dapat melanjutkan perjalanan ke kota Y. Nah, inilah yang dimaksudkan dengan dengan tetap menggunakan strategi A dan dimodifikasi dengan angka 1 menjadi strategi A1 guna tetap mencapai tujuan hidup yang diangan-angankan. Tidak tepat rasanya jika ada kehilangan lalu harus ganti strategi dari A menjadi B untuk mencapai tujuan hidup, bahkan jika harus menurunkan ekspektasi. Jangan sampai!!!

Modifikasilah strategi awalmu pasca mengalami proses dalam kehidupan yang bernama kehilangan. Jangan sampai hanya karena mengalami proses kehilangan lalu kamu pun harus kehilangan tujuan hidup yang hendak kamu capai gegara menurunkan bahkan mengganti strategi untuk mencapainya. Semoga menginspirasi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

bayuishartono The philosophy of plant roots