(Bagian 2) Cerita Inspiratif Sejumlah Penemuan dalam Bidang Kimia sebagai Bahan Ice Breaking

(Bagian 2) Cerita Inspiratif Sejumlah Penemuan dalam Bidang Kimia sebagai Bahan Ice Breaking

(Bagian 2) Cerita Inspiratif Sejumlah Penemuan dalam Bidang Kimia sebagai Bahan Ice Breaking

Halo halo kawan-kawan semua, gimana kabarnya nih? Semoga sehat selalu ya. Oh iya, siapa nih yang sudah penasaran dengan kelanjutan cerita inspiratif bagian kedua? Nungguin yaa?...

Oke, pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengajak kalian semua untuk menyimak kelanjutan ceritera inspiratif bagian kedua. Pada cerita inspiratif bagian kedua ini, penulis menyajikan tiga kisah unik, di antaranya adalah “Unsur Fransium: Penenang Napoleon di Alam Kubur?”, “Thalidomia: Cacat Bayi sejak Lahir”, dan “Ular sebagai Inspirasi Struktur Benzena”. Adapun ketiga cerita inspiratif ini masih bersumber dari 1 naskah yang sama yakni dari sebuah artikel berjudul “Sepuluh Kisah Inspiratif sebagai Bahan Ice Breaking dalam Pembelajaran Kimia” oleh Dr. Suyanta, Dosen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada, yang terpublikasi pada Prosiding ber-ISBN No. 979363167-8. Yuk kita simak ceritanya.

Cerita inspiratif ke-5 | Unsur Fransium: Penenang Napoleon di Alam Kubur?

Ceritera ini alkisah diawali dengan keberhasilan ilmuwan Inggris, Sir Humphry Davy, yang berhasil melakukan proses elektrolisis leburan kalium hidroksida (KOH) pada tahun 1807 [1, 2]. Keberhasilan penemuan ini ternyata membuat gusar dan marah seorang Napoleon Bonaparte yang tengah berkuasa di Prancis karena kimiawan-kimiawan Prancis tidak ada yang bisa menjadi penemunya. Namun, setelah hampir 120 tahun kematian Napoleon Bonaparte, ternyata baru ada ilmuwan Prancis, Marguerite Perey, yang berhasil menemukan dan mengisolasi unsur radioaktif Fransium (Fr). Tentu penemuan spektakuler ini dapat menenangkan hati seorang Napoleon Bonaparte yang tengah kecewa andai saja dia masih hidup.

Gambar 1. Unsur radioisotop Fransium-223

Unsur radioaktif Fransium (Gambar 1) awal mula ditemukan diberikan nama actinium K (hasil peluruhan unsur aktinium), namun kemudian namanya diubah menjadi Fransium untuk menghormati nama negara penemunya yakni Prancis sekaligus dapat membanggakan Napoleon Bonaparte seandainya dia masih hidup karena ada warganya yang menjadi penemu unsur kimia [1, 2]. Fransium sendiri memiliki sebanyak 33 isotop dengan 223Fr yang paling stabil dan mempunya waktu paruh 21 menit. Radioisotop Ac-227 mengalami peluruhan sebanyak 1% dengan memancarkan sinar alfa maupun Fransium-223 dan sisanya (99%) menghasilkan sinar beta serta Thorium-227. Fransium-227 tetap terus meluruh memancarkan sinar beta dan menghasilkan Radon-223 [1, 2].

Cerita inspiratif ke-6 | Thalidomia: Cacat Bayi sejak Lahir

Enantiomer atau isomer optik memiliki peranan penting dalam bidang kimia maupun kedokteran karena bentuk R atau D dan bentuk S atau L pada suatu senyawa kiral ataupun asimetri pada umunya berperilaku sangat berbeda dalam sistem biologis. Secara umum, resep-resep obat merupakan senyawa kiral dan dalam banyak kasus hanya 1 enantiomer yang berfungsi sebagai obat, sedangkan lainnya tidak, bahkan cenderung memberikan efek samping yang serius. Kasus paling serius yang dikenal dunia ialah penggunaan campuran rasemat sebagai suatu obat yang menimbulkan efek fatal mematikan di Eropa tahun 1950-an.

Gambar 2. Senyawa thalidomida

Pada tahun-tahun itu, senyawa thalidomida (Gambar 2) dikomersialkan sebagai obat penghilang mual (morning sickness) pada wanita hamil. Namun, pada tahun 1962, peredaran obat tersebut ditarik kembali akibat ribuan bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi obat tersebut dilaporkan mengalami cacat fisik (Gambar 3). Hasil investigasi menunjukkan bahwa obat thalidomia yang dipasarkan ternyata mengandung R-thalidomida dan S-thalidomida. Lebih parahnya lagi, kandungan kedua senyawa tersebut berimbang dimana R-thalidomida berperan sebagai obat penenang dan pereda mual, sedangkan S-thalidomida mengakibatkan cacat fisik pada janin [3].

Gambar 3. Cacat fisik pada bayi

Cerita inspiratif ke-7 | Ular sebagai Inspirasi Struktur Benzena

Frederich August Kekule (Gambar 4) lahir di Darmstadt, Hesse, Jerman, pada tanggal 7 September 1829. Masa kecil Kekule dikenal sebagai pribadi yang ramah, cerdas, memiliki kemampuan berbicara dalam tiga bahasa serta berbakat dalam menggambar. Pada tahun 1851, Kekule lulus kuliah dan melanjutkan ke Paris untuk mendapatkan gelar Doktor dan berhasil menjadi guru besar kimia di Universitas Heidelberg tahun 1856.

Gambar 4. Frederich August Kekule

Suatu waktu, Kekule pernah mengatakan bahwa “Mari kita belajar ke mimpi, barangkali akan kita temukan kebenaran itu. Tetapi, mari kita juga tetap waspada menerbitkan mimpi hingga mereka telah teruji oleh bangun peradaban” [4-6]. Berawal dari mimpi di tahun 1865 inilah Kekule melihat ular yang bergerak menari-nari. Tetiba saja ular tersebut menggigit ekornya sendiri sehingga terjadilah bentuk gelang rantai yang terus-terusan berputar (Gambar 5). Konon, mimpi inilah yang menjadi inspirasi Kekule dalam menemukan struktur senyawa benzena (C6H6). Inspirasi mimpi tersebut mendorong Kekule untuk merumuskan hipotesis bahwa struktur benzena ialah enam rantai karbon tertutup dengan masing-masing atom karbon berikatan dengan atom hidrogen. Apabila atom karbon memiliki valensi empat, maka dia mengusulkan adanya ikatan tunggal dan rangkap secara berselang-seling. Kekule berspekulasi bahwa adanya ikatan tunggal dan rangkap selalu bertukar posisi untuk menjelaskan fenomena reaksi adisi yang biasa terjadi pada senyawa alkena yang tidak terjadi ke senyawa benzena [4-6].

Gambar 5. Struktur mimpi ular Kekule dan inspirasi benzena

Nah, demikian ceritera insiratif di bagian kedua ini. Bagaimana, menarik bukan? Yuk kita tunggu kelanjutan ceritera menarik bagian ke-3 selanjutnya ya.

Referensi

[1] Adloff, J.P.and Kauffman, G.B., 2005, Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element, The Chemical Educator, Vol. 10, No. 5.

[2] Rayner-Canham, G., 2000, Descriptive Inorganic Chemistry, 2nd Edition, W.H. Freeman and Company, New York

[3] Panda, P, A, 2011, Foetal Malformation Causing Drug Thalidomida Analog Pomalidomide may Benefits Patients of Sickle Cell Disease, clinicianonnet.blogspot.com, http://clinicianonnet.blogspot.com/2011/07/faetal-malformation-causingdrug.html

[4] Browne, M., W., 1988, The Benzene Ring: Dream Analysis, The New York Times, http://www.nytimes.com/1988/08/16/science/the-benzene-ring-dreamanalysis.html

[5] Rocke , A.J., 2010, Image and Reality: Kekulé, Kopp, and the Scientific Imagination, University of Chicago Press, pp. 60-66

[6] Rocke , A.J., 1985, Hypothesis and Experiment in Kekulé's Benzene Theory, Annals of Science 42 (4): 355–81.